Rabu, 07 Desember 2011

SEGITIGA AJAIB 

  
Tahukah kalian bahwa benda-benda di sekeliling kita ikut mempengaruhi kesehatan kita? Hidup kita sehari-hari dikelilingi oleh barang yang terbuat dari plastik. Mulai dari sandal jepit, botol minuman, tempat makanan, kantong plastik, jas hujan, spatu, sampai kea lat tulis. Akan tetapi tahukah kalian, bahwa benda-benda yang terbuat dari plastik tidak senuanya aman untuk digunakan? Banyak juga yang berbahaya bahkan dapat menimbulkan penyakit-penyakit berat seperti kanker dan sebagainya. Mengerti bukan? Nah, agar kita selalu terhindar dari penyakit-penyakit, sebaiknya kita ketahui jenis-jenis plastik yang aman untuk digunakan. Untungnya, sudah ada peraturan untuk menyantumkanlambang dari jenis plastik yang digunakan. Biasanya lambing-lambang itu dicetak timbul di bagian bawah. Seperti pada botol minuman misalnya, harus ada lambing di bagian bawahnya. Lalu bagaimana bentuk lambing-lambangnya dan apa artinya? Yuk, kita simak ulasannya. 



  • Lambang: Tiga panah membentuk segitiga, dengan angka 1 di tengah dan tulisan “PETE” di bawahnya. Arti: Terbuat dari polyethylene terephthalate (PETE/PET), hanya untuk satu kali pakai. Dapat menyebabkan kanker bila digunakan berulang kali atau digunakan untuk menyimpan air hangat, karena larutnya lapisan polimer. Benda: Botol soda minuman, air mineral, sari buah, dan sebagainnya. • Lambang: Tiga panah membantuk segitiga, dengan angka 2 di tengah dan tulisan “HDPE” di baawahnya. Arti: Terbuat dari high density polyethylene (HDPE), aman untuk menyimpan makanan dan minuman, namun sebaiknya tidak digunakan lebih dari satu kali. Benda: Wadah plastik, kantong sampah, kursi lipat kemasan sampo, dan sebagainya. • Lamabang: Tiga panah membantuk segitiga, dengan angka 3 di tengah, tulisan “V” di bawahnya., biasanya lambang ini berwarna merah. Arti: Terbuat dari polyvynil chloride (PVC), merupakaan jenis plastik yang paling sulit di daur ulang. Hindari penggunaan plastik jenis ini untuk menyimpan atau membungkus makanan, karena dapat mengakibatkan gangguan ginjal, hati, dan sebagainya. Benda: Plastik lembaran pembungkus, berbagai macam botol, bagian luar kabel, dan sebaginya. • Lamabang: Tiga panah membantuk segitiga, dengan angka 4 di tengah, tulisan “LDPE” di bawahnya. Arti: terbuat dari low density polyethylene (LDPE). Baik untuk makanan terutama yang didinginkan. Benda: Botol-botol lentur, tas belanja, perabotan rumah tangga, karpet, dan sebagainya. • Lambang: Tiga panah membentuk segitiga, dengan angka 5 di tengah, tulisan “PP” di bawahnya. Arti: Terbuat dari polypropylene. Plastik jenis ini sangat tahan terhadap suhu tinggi sehingga termasuk yang paling baik untuk digunakan sebagai penyimpanan makanan dan minuman. Benda: Botol-botol minuman olahraga, kemasan sirup, botol saus tomat, tutup botol, sedotan kualitas tinggi, botol-botol, onbat dan sebagainya. • Lambang: Tiga panah membentuk segitiga, dengan angka 6 di tengah, tulisan “PS” di bawahnya. Arti: Terbuat dari polystyrene, bahan baku pembuat tryrofoam. Jangan gunakan lastik jenis ini untuk menyimpan makanan atau minuman, karena dapat mengganggu kesehatan otak, dan bahkan memicu kanker. Benda: Piring dan gelas sekali pakai, kemasan compact disk, botol aspirin, dan sebagainya. • Lambang: Tiga panah membentuk segitiga, dengan angka 7 di tengah, tulisan “OTHER” di bawahnya. Arti: Terbuat dari berbagai macam jenis plastik lain yang tidak disebutkan namanya sebelumnya. Berhati-hatilah menggunakan plastik dengan lambing ini. Karena ada yang terbuat dari tumbuhan dan sangat aman digunakan, tetapi ada juga yang terbuat dari bahan sangat berbahaya seperti polycarbonate. Benda: Kacamata, DVD, komputer, wadah makan, dan sebagainya. Source: Majalah SIGMA
USAHA YANG PERLU DILAKUKAN 
UNTUK MENJAGA KELESTARIAN ALAM         

  Alam memiliki kemampuan untuk memberikan kehidupan bagi penduduk dunia. Kemampuan (potensi) yang ada pada alam untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia alam atau natural resources bumi dengan segala isinya yang terkandung di dalmanya disebut pula dengan alam dunia. Bila kita perhatikan alam dunia dapat dikelompokkan atas 5 bagian yang berupa :
a) Atmosfer, lapisan udara yang mengelilingi bumi.
b) Hidrosfer, lapisan air yang ada di bumi berupa laut, danau, sungai, rawa, air tanah, es, dan air di atmosfer.
c) Litosfer, lapisan batuan yang menyusun kulit bumi termasuk di dalam tanah.
d) Biosfer, kehidupan di bumi yang terdiri dari tumbuhan dan binatang.
e) Antroposfer, yaitu manusia (penduduk bumi). 



  Semua itu merupakan sumber kehidupan bagi manusia kesemuanya memiliki potensi yang saling berkait dalam mendukung kehidupan penduduk dunia yang terus bertambah, potensi alam dunia yang tersedia jumlahnya amat banyak dan beraneka ragam. Mineral, energi, tumbuhan binatang, udara, iklim, air, bentang alam berupa dataran, pegunungan , bahkan gurunpun memiliki potensi untuk mendukung kehidupan penduduk dunia asalkan manusia mampu memanfaatkannya dengan baik. 


  Tak bisa dipungkiri bahwa semua masalah itu sebenarnya disebabkan dari manusia sendiri. Banyak manusia yang tidak bertanggung jawabmemanfaatkan kekayaan alam secara besar-besaran tanpa memikirkan dampak dan akibatnya yang akhirnya, tentu saja merusak potensi dan ekosistem alam. 





  Namun tentu saja setelah ada masalah tersebuttelah banyak usaha-usaha yang dilakukan untuk menjaga kelestarian potensi alam dunia, yaitu :
a) Meningkatkan pemanfaatan sumber-sumber energi yang tidak akan-akan habis-habis sebagai pengganti minyak bumi atau batu bara, misalnya penggunaan energi sinar matahari, angin, geothermal, tenaga air, pasang air laut, dan sebagainya.
b) Melakukan daur ulang (recylcling), sehingga pengambilan sumber daya alam dapat diperkecil, misalnya daur ulang terhadap barang-barang bekas, seperti besi, alumunium, kertas, plastik, dan lain-lain.
c) Melakukan pengawetan terhadap sumber daya alam berupa kayu. Sebelum digunakan hendaknya diwajibkan untuk diawetkan terlebih dahulu agar daya tahan penggunaan kayu untuk bahan bangunan dapat di hemat karena kayu yang digunakan telah dapat dipakai dipakai dalam jangka waktu yang lebih lama.



BERCAKAP-CAKAP SECARA SOPAN 
DENGAN MITRA BICARA DALAM KONTEKS BEKERJA 

A. Pilihan Kata atau Ungkapan
     untuk Memulai Percakapan
Proses penyampaian bahasa
Indonesia dalam berkomunikasi
secara lisan dapat dilakukan
dalam dua cara, yaitu secara
langsung dan tidak langsung.
Secara langsung maksudnya
berhadapan atau bertatap muka
dengan mitra bicara dan tidak
langsung ialah dengan
menggunakan sarana seperti
telepon atau media komunikasi
yang lainnya. Ragam yang
digunakan dapat ragam formal,
semi formal, atau nonformal.
B. Salam dan Ungkapan dalam
     Mengakhiri Percakapan
Saat akan mengakhiri
percakapan, biasanya pembicara
melakukan hal-hal seperti di
bawah ini.
(1) Menegaskan kembali yang
hal penting dari apa yang telah
dibicarakan agar tetap diingat
atau tak lupa untuk dilakukan.
(2) Mengucapkan terima
kasih.
(3) Permintaan maaf.
(4) Ungkapan perpisahan
serta harapan.
(5) Menutup percakapan
dengan salam penutup.
C. Penerapan Pola gilir dalam
     Percakapan secara Aktif
Agar percakapan dapat
berlangsung dengan merata
dalam arti setiap orang yang
terlibat percakapan bisa
berbicara, dapat diterapkan
sistem pola gilir dengan cara
melemparkan pertanyaan supaya
mitra bicara yang lain
mendapatkan kesempatan.
Pengalihan topik tetap harus
secara santun dan halus agar tak
mengganggu kenyamanan
proses percakapan yang tengah
berlangsung.
D. Mengalihkan Topik
    Pembicaraan Secara Halus
Dalam suatu percakapan baik
formal, semiformal maupun
nonformal, pengalihan
pembicaraan ke topik lain biasa
terjadi. Hal ini bisa diakibatkan
karena adanya keterkaitan
antara satu masalah terhadap
masalah lainnya atau satu topik
terhadap topik lainnya.
E. Menggungkapkan
    Perbedaan Pendapat secara
    Halus
Menyampaikan pendapat yang
berbeda atau menyanggah
pendapat orang lain yang
berbeda dengan pendapat kita
dapat dilakukan secara halus
dengan mempertimbangkan hal-
hal berikut.
(1) Nyatakan permohonan
“maaf” dahulu.
(2) Berikan kesan mendukung
gagasan yang akan disanggah
sebelum menyertakan
kekurangannya.
(3) Ungkapkan kekurangan
dengan perkataan yang halus
seperti,“kurang” atau “belum,”
bukan kata-kata “tidak”.
(4) Ungkapkan kekurangan
pendapat mitra bicara dengan
alasan yang logis.

II. BERDISKUSI YANG
BERMAKNA
DALAM KONTEKS BEKERJA
A. Diskusi dan Manfaatnya
     Diskusi dapat diartikan dengan
kegiatan bertukar pikiran secara
lisan. Diskusi biasanya dilakukan
karena ada masalah atau
persoalan yang perlu dibahas
dan dipecahkan. Diskusi secara
umum bertujuan untuk mencari
solusi atau penyelesaian suatu
masalah secara teratur dan
terarah.
Untuk mengadakan sebuah
diskusi harus dipersiapkan
terlebih dahulu unsur-unsur
berikut.
(1) Unsur manusia, yaitu
moderator atau pemimpin
diskusi, penyaji/narasumber/
pemrasaran/pembicara, notulis/
sekretaris, dan peserta diskusi
Jika diskusi tidak dihadiri
pembicara, orang yang bertugas
membahas masalah adalah
moderator selaku pemimpin
diskusi.
(2) Unsur materi, seperti topik
diskusi atau permasalahan, dan
tujuan atau sasaran.
(3) Unsur fasilitas, seperti
ruangan/tempat, perlengkapan,
misalnya meja, kursi, papan tulis,
dan kertas..
Manfaat diskusi
(1) membiasakan sikap saling
menghargai
(2) menanamkan sikap
demokrasi
(3) mengembangkan daya
berpikir
(4) mengembangkan
pengetahuan dan pengalaman
(5) mewujudkan proses kreatif
dan analitis
(6) mengembangkan
kebebasan pribadi
(7) melatih kemampuan
berbicara
B. Tugas dan Peranan Unsur
     Diskusi
     Setiap unsur-unsur di dalam
diskusi memiliki tugas dan
peranannya masing-masing. Agar
diskusi bisa berjalan dengan
lancar maka setiap unsur diskusi
harus menjalankan tugas dan
peranannya tersebut dengan
baik. Tugas unsur-unsur diskusi
adalah sebagai berikut.
1. Tugas Moderator/Pemimpin
Diskusi
1. Menyiapkan pokok masalah
yang akan dibicarakan
2. Membuka diskusi dan
menjelaskan topik diskusi
3. Memperkenalkan komponen
diskusi terutama pembicara jika
ada unsur pembicara/penyaji
4. Membuat diskusi menjadi hidup
atau dinamis
5. Mengatur proses penyampaian
gagasan atau tanya jawab
6. Menyimpulkan diskusi dan
membacakan simpulan diskusi
7. Menutup diskusi
2. Tugas Pembicara
1. Menyiapkan materi diskusi sesuai
topik yang akan dibahas
2. Menyajikan pembahasan materi
atau menyampaikan
gagasangagasan
3. serta pandangan yang berkaitan
dengan topik diskusi
4. Menjawab pertanyaan secara
objektif dan argumentatif
5. Menjaga agar pertanyaan tetap
pada konteks pembicaraan
3. Tugas dan Peranan Notulis
1. Mencatat topik permasalahan
2. Waktu dan tempat diskusi
berlangsung
3. Mencatat jumlah peserta
4. Mencatat segala proses yang
langsung dalam diskusi
5. Menuliskan kesimpulan atau
hasil diskusi
6. Membuat laporan hasil diskusi
7. Mendokumentasikan catatan
tentang diskusi yang telah
dilakukan

Jumat, 11 November 2011

ABOUT MY HOME





Ini adalah rumah saya ,, walaupun sederhana tetapi tetap nyaman.. alamatnya di Dsn.Sindangsari RT/RW 26/10 , Ds.Sindang Wangi , Kec. Padaherang Kab. Ciamis .. Suasananya hening , masih banyak pepohonan .
 Tetapi ,, pemerintah kurang begitu memperhatikan sarana dan prasarana yang ada di desa saya ,, seperti keadaan jalan yang sudah tidak layak untuk di gunakan ,, saya harap pemerintah kab. Ciamis lebih memperhatikan jalan-jalan yang sudah mulai tidak layak pakai .. Agar masyarakat pun merasa lebih nyaman .





 Ini adalah contoh jalan yang ada di desa saya ,,