Rabu, 07 Desember 2011


BERCAKAP-CAKAP SECARA SOPAN 
DENGAN MITRA BICARA DALAM KONTEKS BEKERJA 

A. Pilihan Kata atau Ungkapan
     untuk Memulai Percakapan
Proses penyampaian bahasa
Indonesia dalam berkomunikasi
secara lisan dapat dilakukan
dalam dua cara, yaitu secara
langsung dan tidak langsung.
Secara langsung maksudnya
berhadapan atau bertatap muka
dengan mitra bicara dan tidak
langsung ialah dengan
menggunakan sarana seperti
telepon atau media komunikasi
yang lainnya. Ragam yang
digunakan dapat ragam formal,
semi formal, atau nonformal.
B. Salam dan Ungkapan dalam
     Mengakhiri Percakapan
Saat akan mengakhiri
percakapan, biasanya pembicara
melakukan hal-hal seperti di
bawah ini.
(1) Menegaskan kembali yang
hal penting dari apa yang telah
dibicarakan agar tetap diingat
atau tak lupa untuk dilakukan.
(2) Mengucapkan terima
kasih.
(3) Permintaan maaf.
(4) Ungkapan perpisahan
serta harapan.
(5) Menutup percakapan
dengan salam penutup.
C. Penerapan Pola gilir dalam
     Percakapan secara Aktif
Agar percakapan dapat
berlangsung dengan merata
dalam arti setiap orang yang
terlibat percakapan bisa
berbicara, dapat diterapkan
sistem pola gilir dengan cara
melemparkan pertanyaan supaya
mitra bicara yang lain
mendapatkan kesempatan.
Pengalihan topik tetap harus
secara santun dan halus agar tak
mengganggu kenyamanan
proses percakapan yang tengah
berlangsung.
D. Mengalihkan Topik
    Pembicaraan Secara Halus
Dalam suatu percakapan baik
formal, semiformal maupun
nonformal, pengalihan
pembicaraan ke topik lain biasa
terjadi. Hal ini bisa diakibatkan
karena adanya keterkaitan
antara satu masalah terhadap
masalah lainnya atau satu topik
terhadap topik lainnya.
E. Menggungkapkan
    Perbedaan Pendapat secara
    Halus
Menyampaikan pendapat yang
berbeda atau menyanggah
pendapat orang lain yang
berbeda dengan pendapat kita
dapat dilakukan secara halus
dengan mempertimbangkan hal-
hal berikut.
(1) Nyatakan permohonan
“maaf” dahulu.
(2) Berikan kesan mendukung
gagasan yang akan disanggah
sebelum menyertakan
kekurangannya.
(3) Ungkapkan kekurangan
dengan perkataan yang halus
seperti,“kurang” atau “belum,”
bukan kata-kata “tidak”.
(4) Ungkapkan kekurangan
pendapat mitra bicara dengan
alasan yang logis.

II. BERDISKUSI YANG
BERMAKNA
DALAM KONTEKS BEKERJA
A. Diskusi dan Manfaatnya
     Diskusi dapat diartikan dengan
kegiatan bertukar pikiran secara
lisan. Diskusi biasanya dilakukan
karena ada masalah atau
persoalan yang perlu dibahas
dan dipecahkan. Diskusi secara
umum bertujuan untuk mencari
solusi atau penyelesaian suatu
masalah secara teratur dan
terarah.
Untuk mengadakan sebuah
diskusi harus dipersiapkan
terlebih dahulu unsur-unsur
berikut.
(1) Unsur manusia, yaitu
moderator atau pemimpin
diskusi, penyaji/narasumber/
pemrasaran/pembicara, notulis/
sekretaris, dan peserta diskusi
Jika diskusi tidak dihadiri
pembicara, orang yang bertugas
membahas masalah adalah
moderator selaku pemimpin
diskusi.
(2) Unsur materi, seperti topik
diskusi atau permasalahan, dan
tujuan atau sasaran.
(3) Unsur fasilitas, seperti
ruangan/tempat, perlengkapan,
misalnya meja, kursi, papan tulis,
dan kertas..
Manfaat diskusi
(1) membiasakan sikap saling
menghargai
(2) menanamkan sikap
demokrasi
(3) mengembangkan daya
berpikir
(4) mengembangkan
pengetahuan dan pengalaman
(5) mewujudkan proses kreatif
dan analitis
(6) mengembangkan
kebebasan pribadi
(7) melatih kemampuan
berbicara
B. Tugas dan Peranan Unsur
     Diskusi
     Setiap unsur-unsur di dalam
diskusi memiliki tugas dan
peranannya masing-masing. Agar
diskusi bisa berjalan dengan
lancar maka setiap unsur diskusi
harus menjalankan tugas dan
peranannya tersebut dengan
baik. Tugas unsur-unsur diskusi
adalah sebagai berikut.
1. Tugas Moderator/Pemimpin
Diskusi
1. Menyiapkan pokok masalah
yang akan dibicarakan
2. Membuka diskusi dan
menjelaskan topik diskusi
3. Memperkenalkan komponen
diskusi terutama pembicara jika
ada unsur pembicara/penyaji
4. Membuat diskusi menjadi hidup
atau dinamis
5. Mengatur proses penyampaian
gagasan atau tanya jawab
6. Menyimpulkan diskusi dan
membacakan simpulan diskusi
7. Menutup diskusi
2. Tugas Pembicara
1. Menyiapkan materi diskusi sesuai
topik yang akan dibahas
2. Menyajikan pembahasan materi
atau menyampaikan
gagasangagasan
3. serta pandangan yang berkaitan
dengan topik diskusi
4. Menjawab pertanyaan secara
objektif dan argumentatif
5. Menjaga agar pertanyaan tetap
pada konteks pembicaraan
3. Tugas dan Peranan Notulis
1. Mencatat topik permasalahan
2. Waktu dan tempat diskusi
berlangsung
3. Mencatat jumlah peserta
4. Mencatat segala proses yang
langsung dalam diskusi
5. Menuliskan kesimpulan atau
hasil diskusi
6. Membuat laporan hasil diskusi
7. Mendokumentasikan catatan
tentang diskusi yang telah
dilakukan

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar